SEJARAH
Trisakti Open Judo Championship
dicetuskan pertama kali pada tahun 2006. dimana ide awal penyelenggaraan event
ini adalah untuk menggantikan kedudukan Kejurnas Judo Mahasiswa yang tidak
pernah diselenggarakan oleh PB PJSI. Hal ini sebagai akibat dari mundurnya
beberapa daerah calon penyelenggara kejurnas yang telah tertulis di Kalendar
Kegiatan PB PJSI. Awalnya event ini bernama Trisakti Judo Festival yang
dimana telah diagendakan sekaligus diprioritaskan untuk dapat di ikuti oleh
seluruh kalangan pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Namun, mengingat
kami selaku panitia Pelaksana belum berpengalaman di dalam penyelenggaraan
suatu event pertandingan, maka untuk sementara event tersebut akhirnya
dialihkan kepada keikutsertaan anggota Unit Judo Universitas Trisakti dalam Training
Together and Friendly Competition yang diselenggarakan oleh Selangor Judo
Association Malaysia. Tidak kurang dari 10 orang berikut 1 official akhirnya
diberangkatkan oleh Universitas Trisakti. Hasilnya sungguh diluar dugaan
mengingat penampilan beberapa Pejudo Trisakti sanggup membuat PB PJSI
mempercayakan kembali, 2 orang atlet Judo Trisakti untuk mewakili Indonesia
dalam kejuaraan Asian Judo Championship pada tahun berikutnya di Taipei
Taiwan.
Lalu pada tahun selanjutnya tepatnya pada tanggal 2 April 2007. National Olympic Academy of Indonesia (NOA) sebuah lembaga olahraga nasional di bawah kewenangan National Olympic Committee Indonesia (NOC of Indonesia) mempercayakan Sdr. Subhan Prasandra selaku perwakilan PB PJSI. Hal ini merupakan moment yang cukup spesial mengingat kepercayaan ini adalah kepercayaan pertama, Anggota PJSI non staff karena yang bersangkutan dipercaya untuk mewakili National Olympic Commitee of Indonesia dalam Pertemuan olahraga Internasional yaitu 10th NOA Session For Young Sport Leaders yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia. Akhirnya hasil dan makna positif yang diperoleh dalam event tersebut diutarakan oleh Subhan Prasandra kepada Ketua Judo Trisakti saat itu yaitu Sdr. Rully Ardian (saat ini telah bergelar Sarjana Hukum). Dan setelah melakukan proses yang cukup menyita waktu serta adanya dukungan dari Universitas Trisakti Jakarta. Trisakti Open Judo Championship untuk pertama kalinya. Akhirnya sukses diselenggarakan pada tanggal 7 - 8 Juni 2007.
Berangkat dari kesuksesan tersebut, akhirnya Rektor Universitas Trisakti tertarik untuk menjadikan kesuksesan penyelenggaraan Trisakti Open Judo Championship (TOJC) sebagai langkah awal penyelenggaraan event - event Kejuaraan Judo selanjutnya dengan jumlah peserta lebih banyak dan tentunya lebih besar dan meriah.
Hingga kini, Trisakti Open Judo Championship sudah akan memasuki tahun ke empat untuk penyelenggaraan. Di luar dugaan, kesuksesan penyelenggaraan pertama hingga ketiga cukup menarik minat seluruh perkumpulan Judo untuk turut serta dalam penyelenggaraan event Trisakti Open. berkumpulnya seluruh element dari pelajar, mahasiswa, Polri, TNI dan bahkan perwakilan dari negara sahabat sebut saja Malaysia, Singapore, Rusia, Alzajair, Jepang, China, dan India yang telah berpatisipasi dalam 2nd, 3rd dan 4th Trisakti Open Judo Championship menjadikan penyelenggaraan Trisakti Open Judo Championship sebagai Kuda Hitam perbaikan prestasi Judo di Indonesia di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta dari seluruh elemen Judo dan olahraga di Indonesia. Khususnya dari kalangan Sponsor kegiatan untuk menyelenggarakan event ini ke jenjang yang lebih kuat, lebih tinggi dan tentu saja lebih baik di masa yang akan datang. Untuk itu, dukung terus Trisakti Open Judo Championship.
Wassalam.
Subhan Prasandra, SH.
Lalu pada tahun selanjutnya tepatnya pada tanggal 2 April 2007. National Olympic Academy of Indonesia (NOA) sebuah lembaga olahraga nasional di bawah kewenangan National Olympic Committee Indonesia (NOC of Indonesia) mempercayakan Sdr. Subhan Prasandra selaku perwakilan PB PJSI. Hal ini merupakan moment yang cukup spesial mengingat kepercayaan ini adalah kepercayaan pertama, Anggota PJSI non staff karena yang bersangkutan dipercaya untuk mewakili National Olympic Commitee of Indonesia dalam Pertemuan olahraga Internasional yaitu 10th NOA Session For Young Sport Leaders yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Malaysia. Akhirnya hasil dan makna positif yang diperoleh dalam event tersebut diutarakan oleh Subhan Prasandra kepada Ketua Judo Trisakti saat itu yaitu Sdr. Rully Ardian (saat ini telah bergelar Sarjana Hukum). Dan setelah melakukan proses yang cukup menyita waktu serta adanya dukungan dari Universitas Trisakti Jakarta. Trisakti Open Judo Championship untuk pertama kalinya. Akhirnya sukses diselenggarakan pada tanggal 7 - 8 Juni 2007.
Berangkat dari kesuksesan tersebut, akhirnya Rektor Universitas Trisakti tertarik untuk menjadikan kesuksesan penyelenggaraan Trisakti Open Judo Championship (TOJC) sebagai langkah awal penyelenggaraan event - event Kejuaraan Judo selanjutnya dengan jumlah peserta lebih banyak dan tentunya lebih besar dan meriah.
Hingga kini, Trisakti Open Judo Championship sudah akan memasuki tahun ke empat untuk penyelenggaraan. Di luar dugaan, kesuksesan penyelenggaraan pertama hingga ketiga cukup menarik minat seluruh perkumpulan Judo untuk turut serta dalam penyelenggaraan event Trisakti Open. berkumpulnya seluruh element dari pelajar, mahasiswa, Polri, TNI dan bahkan perwakilan dari negara sahabat sebut saja Malaysia, Singapore, Rusia, Alzajair, Jepang, China, dan India yang telah berpatisipasi dalam 2nd, 3rd dan 4th Trisakti Open Judo Championship menjadikan penyelenggaraan Trisakti Open Judo Championship sebagai Kuda Hitam perbaikan prestasi Judo di Indonesia di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta dari seluruh elemen Judo dan olahraga di Indonesia. Khususnya dari kalangan Sponsor kegiatan untuk menyelenggarakan event ini ke jenjang yang lebih kuat, lebih tinggi dan tentu saja lebih baik di masa yang akan datang. Untuk itu, dukung terus Trisakti Open Judo Championship.
Wassalam.
Subhan Prasandra, SH.






